Diabetes mellitus atau kencing manis merupakan penyakit yang terjadi akibat kelainan fungsi kerja pankreas dalam menghasilkan insulin. DM juga terjadi karena fungsi sistem imun yang terganggu akibat adanya autoantibodies. Penderita DM ditandai dengan seringnya buang air kecil (poliurea), banyak minum (polydipsia), banyak makan (polifagia), dan kadar glukosa darah melebihi kadar glukosa darah normal serta timbulnya komplikasi pada organ lain. Mengingat akibat penyakit DM yang sangat berbahaya, sebaiknya DM ditanggulangi sedini mungkin. Penggunaan ekstrak jamur dewa dinilai efektif sebagai alternative pengobatan DM. Zat aktif pada jamur dewa berupa asam linoleat dan polisakarida ß D glucan paa jamur dewa akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kandungan protein pada jamur dewa berperan dalam meregenerasi sel beta pancreas sehingga produksi insulin meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas ekstrak jamur dewa (Agaricus Blazei Murill/ ABM) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus Musculus).
Penelitian ini dilakukan di laboratorium farmakognosi Putra Indonesia Malang selama bulan Juni 2010. Penelitian terhadap efektifitas ekstrak jamur dewa dilakukan dengan jenis penelitian eksperimental terhadap hewan uji mencit yang mengalami DM. Adapun populasi pada penelitian ini adalah jamur dewa yang dibudidayakan oleh PT.ASIMAS (CV ASIMAS, red) Malang, sedangkan sampelnya adalah hasil ekstrasi jamur dewa dengan menggunakan pelarut alcohol 50%. Analisa data yang digunakanpada hasil penelitian yaitu analisa data ANAVA untuk mengetahui pengaruh ekstrak jamur dewa terhadap penurunan kadar glukosa darah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak jamur dewa (Agaricus Blazei Murill) dapat menurunkan glukosa darah pada objek penelitian dengan dosis efektif dari ekstrak jamur dewa (Agaricus Blazei Murill) sebesar 400mg.
Berdasarkan hasil penelitian diharapkan jangka waktu penggunaan ekstrak jamur dewa (Agaricus Blazei Murill) padapenelitian terhadap objek penelitian ditambah agar diperoleh penurunan kadar glukosa darah mendekati normal. Perlu dilakukan penelitan lanjutan terhadap jamur dewa sebagai antidiabetes mellitus dengan metode lain yang kemudian membandingkan hasil yang diperoleh agar penggunaan jamur dewa dapat dikembangkan.
Kata Kunci: efektivitas, ekstrak, jamur dewa (Agaricus Blazei Murill/ABM), Diabetes Mellitus, kadar gula glukosa.
Penulis:
Suprihatin, Enik. 2010. Efektivitas Ekstrak Jamur Dewa(Agaricus Blazei Murill) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Mencit (Mus Musculus). Karya Tulis Ilmiah. Akademi Analis Farmasi dan Makanan Putra Indonesia Malang, Pembimbing Misgiati, A.Md.,SPd.








