PENGENALAN
Sebagai salah satu sumber hayati, jamur (mushroom) diketahui hidup liar di alam. Selama ini, jamur banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, selain juga ada yang memanfaatkannya untuk obat.
Penggunaan jamur hanya dengan mengandalkan produksi alami melalui perburuan tidak mungkin dapat memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu, budidaya jamur merupakan salah satu cara untuk memenuhi permintaan akan jamur komsumsi. Spesies jamur pangan yang telah berhasil dibudidayakan jumlahnya cukup banyak dan dan 4 (empat) spesies diantaranya telah dibudidayakan oleh Agaricus Sido Makmur Sentosa (ASIMAS) dalam skala industri. Keempat jamur tersebut yaitu jamur tiram putih (Pleurotus floridae), jamur tiram cokelat (Pleurotus pulmonarius), jamur kuping (Auricularia auricula) dan jamur ling zhi (Ganoderma lucidum).
Untuk mengetahui jamur tertentu merupakan jamur yang dapat dimakan maka seseorang harus benar-benar mengenalinya. Pasalnya, tidak ada ciri umum untuk dapat menentukan suatu jamur beracun, seperti warna tudung, adanya cincin pada tangkai atau dari baunya. Tapi satu hal yang pasti, jamur yang dijual di toko atau di pasar tentu merupakan jamur yang aman untuk dikomsumsi. Jamur-jamur tersebut umumnya merupakan hasil bidudaya, meskipun beberapa di antaranya merupakan hasil perburuan penduduk di alam.





